Assalamu’alaikum Sahabat Fastabiq..

Seseorang yang bekerja bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya akan bertambah martabat dan kemuliannya. Sebaliknya seseorang yang tidak bekerja alias menganggur akan kehilangan martabat dan harga dirinya di hadapan orang lain. Jatuhnya harkat dan harga diri akan menjerumuskan seseorang pada perbuatan hina. Tindakan meminta-minta (mengemis) merupakan kehinaan, baik di sisi manusia maupun di sisi Allah Swt. Bekerja merupakan perbuatan yang sangat mulia, sehingga Rasulullah Saw. memberikan pelajaran menarik tentang pentingnya bekerja. Bekerja bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan perut, tetapi juga untuk memelihara harga diri dan martabat kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi. Karenanya, bekerja dalam Islam menempati posisi yang teramat mulia. Islam sangat menghargai orang yang bekerja dengan tangannya sendiri. Bahkan Allah Swt. mengampuni dosa seseorang yang merasa kelelahan setelah pulang dari bekerja, sebagaimana Rasulullah Saw. bersabda :

Baca Juga:   Jangan Membuat Keputusan Ketika MARAH dan Jangan Membuat Janji Ketika Sedang GEMBIRA.

“Barangsiapa yang di waktu sore merasa capek (lelah) lantaran pekerjaan kedua tangannya (mencari nafkah) maka di saat itu diampuni dosa baginya.” (HR. Thabrani)