SHOLAT ITU MI’RAJNYA ORANG BERIMAN

PERINGATAN Isra Mi’raj adalah momentum bersejarah bagi umat Islam. Isra mi’raj sering diperingat oleh umat muslim sebagai salah satu reward untuk pahlawan revolusi Islam yakni, Nabi Muhammad Saw. Seorang Nabi besar yang terkenal dengan kegigihan dan perjuangannya dalam menyiarkan dakwah Islam.

Nabi Muhammad adalah seorang Nabi yang patut dijadikan contoh bagi umat muslim, karena ia telah membawa misi mulia untuk menyelamatkan umatnya dari belenggu kegelapan menjadi cahaya untuk kehidupan. diantara perjalanannya adalah isra mi’raj yang menghasilkan banyak ibrah didalamnya.

Gelar al-amin yang pernah ia dapatkan dalam masa kepemimpinannya menjadikan bukti bahwa Nabi Muhammad termasuk manusia istimewa dan mendapat kepercayaan dari umat -umatnya. Muhammad bisa dikatakan seorang Nabi yang menjadi pilihan Allah SWT untuk melaksanakan tugas besar. Dan itu dibuktikan lewat perjalanan isra mi’raj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, berlanjut ke Sidratul Muntaha.

Isra mi’raj adalah salah satu peristiwa yang cukup fenomenal. Dimana Nabi Muhammad melaksanakan perjalanan tersebut dengan waktu yang relatif singkat. Muhammad diberangkatkan dari Masjidil Haram dan sampai di Masjidil Aqsa dengan penuh keajaiban dimana Allah SWT ingin memperlihatkan tanda-tanda kebesaran didalam perjalanan itu. Dalam Al-qur’an dijelaskan : “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha mengetahui,” (Qs. Al – isra : 17 : 1).

Menurut sejarah Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian. Isra mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, kira-kira sekitar tahun (620 – 621M). dan tahun itupun menjadi tahun kesedihan untuk Nabi Muhammad (Amul Khuzni), Karena Nabi ditinggalkan orang-orang tercinta yaitu Siti Khodijah dan pamannya Abu Tholib. Mayoratis ulama mengatakan demikian, salah satunya yakni al-allamah al-Manshurfuri bahwa isra mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab, tahun sepuluh kenabian. Meskipun ada beberapa ulama yang menolak dengan ditetapkannya tahun tersebut.(www.masuk-islam.com)

Peristiwa ini sungguh menggemparkan orang-orang kafir Yahudi. Pada waktu itu, ada yang mempercayainya dengan apa yang disampaikan oleh Nabi, dan tak sedikit pula yang menolaknya. Bahkan Nabi Muhammad pernah disebut orang gila oleh orang-orang kafir pada saat itu karena memproklamasikan dirinya bahwa telah melaksanakan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hanya dengan waktu satu malam saja. Peristiwa yang memang sulit untuk dirasionalkan oleh akal manusia.

Di sinilah mulai diuji keimanan umat muslim. Disaat itu, ada yang masih tetap teguh pada pondasi Islamnya, adapula yang berubah haluan untuk keluar dari agama Islam, karena peristiwa tersebut dianggap tidak masuk akal (rasional), dianggap hal yang mustahil.

Diantara rasa skeptis beberapa pengikutnya atas kejadiaan yang dialami Nabi Muhammad, datanglah Abu bakar As-shidiq yang pertama kali membenarkan atas peristiwa Isra Mi’raj yang dilakoni Nabi Muhammad SAW. Abu Bakar yakin dengan penuh keteguhan, bahwa Muhammad telah melakukan sebuah perjalanan mulia sebagai tugas dari yang Maha kuasa.

Tantangan berat pun dimulai oleh Nabi dan para sahabatnya. Nabi dituntut mampu menunjukan kepada umatnya bahwa peristiwa tersebut benar-benar sebuah keajaiban yang Allah turunkan untuk rasulnya sebagai makhluk mulia pilihannya.
Satu ajaran yang dihasilakan lewat proses isra mi’raj adalah shalat lima waktu. Shalat adalah kegiatan yang terlahir pada jaman Nabi Muhammad. Nabi waktu itu, naik ke Sidratul Muntaha menerima perintah dari Allah untuk melaksanakan shalat. lalu turun kembali kembai ke bumi untuk menjalankan ibadah shalat ditemani malaikat Jibril dan malaikat lainnnya..

Baca Juga:   Perhimpunan BMT Pati Gelar FGD

Shalat menjadi hal yang urgen dalam agama Islam. Shalat adalah pondasi agama. Amal pertama yang akan ditanyakan oleh Allah di akhirat adalah Shalat. Jika shalat kita baik, maka dipastikan amal yang lain pun akan baik. Peluang untuk meraih surga Allah sangatlah besar. Sungguh terbilang rugi jika saat ini manusia tidak mau sama sekali menjalankan shalat. Mereka terbilang orang sombong dan tidak punya rasa malu oleh yang Maha kuasa.

Shalat adalah kegiatan yang setiap hari wajib kita lakukan. Shalat sebagai salah satu bentuk perintah dari Allah SWT untuk umat Islam. Perintah ini pun tertuang pula dalam Al-qur’an yakni ; “Kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan yang keji dan mungkar,” (Qs. Al-‘Ankabut : 29: 45).

Shalat di ibaratkan angka satu dalam jumlah hitungan. Pondasi awal untuk menghidupkan Islam. Bahkan tombak kemajuan Islam. Karena shalat itu adalah tiangnya agama. Jika pondasi Islam sudah runtuh, maka jangan harap Islam masih berdiri dimuka bumi ini. Tidak hanya itu, shalat dapat menjauhkan manusia dari godaan syaitan.

Sebagai orang beriman, tentu kita harus memaknai atas peristiwa isra mi’raj ini. Dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai shalat itu dalam kehidupan sehari-hari.

Isra mi’raj memiliki banyak ibrah didalamnya yang wajib kita ketahui dan kita pelajari. Isra mi’raj tidak hanya dipahami secara tekstual. Tetapi bagaimana sebagai orang muslim beriman dapat memahami esensi dari isra mi’raj itu sendiri.

Keimanan adalah hal yang berat. Jika kita tidak menanamkannya sejak dini dan meneguhkannya, maka kita akan terbawa arus, hanyut dalam kekufuran dan kemurtadan.

Begitu juga dengan isra mi’raj, tidak bisa kita tangkap hanya dengan akal manusia saja. Namun, ada hal lain yang bisa menjawab itu semua. Maka, pendekatan keimananlah yang digunakan dalam hal ini. Iman bukan sekedar iman, tetapi iman seseorang harus mempunyai nilai yang kuat. Keimanan yang dimaksud adalah keimanan yang tinggi, bukan keimananan yang generik. Kemudian keimanan tersebut ditopang oleh ilmu juga, sehingga akan memiliki keteguhan hati yang kuat serta pengetahuan yang luas, tidak perlu lagi meragukan apa yang telah disampaikan oleh Baginda rasul dengan hasil perjalanannya yang dahsyat ini.

Umat Islam wajib percaya dengan adanya Isra mi’raj, hal ini sebagai bukti atau cerminan keimanan dan ketauhidan kita kepada Allah dan rasulnya. Sebagaimna dalam rukun iman, kita wajib beriman kepada Allah dan rasul-Nya. Disitulah mi’raj keimanan seseorang. Dimana orang itu, tidak memiliki sedikitpun keraguan dalam Islam, terutama menyakini atas apa yang pernah Nabi lakukan dan memuliakan itu semua.

Beriman berarti percaya. Ketika umat Islam ingkar terhadap hal tersebut, maka inilah wujud kekufuran pada diri muslim itu. Tidak mau mengindahkan apa yang menjadi perintah dan larangan Allah serta rasul-Nya. Sehingga dikemudian hari mendapat penyesalan yang sebesar-besarnya.

Shalat sebagai jembatan bagi umat muslim dengan Allah SWT. Shalat sebagai media untuk berdoa kepada Sang pencipta. Shalat pun sebagai ciri keimanan seseorang, ketika manusia tidak melaksanakan shalat, berarti keimanannya perlu dipertanyakan.
Oleh karena itu, janganlah sekali-kali kita meninggalkan shalat, karena ini adalah perintah wajib yang harus di laksanakn oleh semua manusia. Apabila shalat lalai, apalagi sampai ditinggalkan, maka tunggulah azab Allah yang menyedihkan



Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.