Gantungkan Hidupmu Hanya kepada Allah

طَلَبُكَ مِنْهُ إِتِّهَامُ لَهُ وَ طَلَبُكَ لَهُ غَيْبَةٌ عَنْهُ مِنْكَ وَطَلَبُكَ لِغَيْرِهِ لِقِلَّةِ حَيَاءِكَ مِنْهُ مِنْ غَيْرِهِ لِوُجُوْدِ بُعْدِكَ عَنْهُ.

” Permintaanmu kepada-NYA berarti suatu tuduhan terhadap-NYA. Permintaanmu bagi-NYA (agar Allah mendekatkan dirimu) menunjukan engkau jauh dari-NYA. Engkau meminta kepada selain-NYA, berarti engkau tidak punya rasa malu kepada-NYA. Dan engkau meminta dari selain-NYA, disebabkan karena engkau jauh dari-NYA.”

Meminta kepada Allah Ta’ala yang dimaksudkan di sini adalah atas apa yang telah menjadi kewenangan-NYA untuk memberi, serta sudah menjadi ketetapan-NYA terhadap seluruh makhluk-NYA, dimana Allah tidak mungkin mengingkari ketetapan dan janji-NYA. Tinggal bergantung pada usaha dan ketawakalan kita sebagai makhluk-NYA.

Baca Juga:   Lowongan Kerja Marketing Pria Maksimal Tanggal 19 Oktober 2015

Syaikh Ibn ‘Athaillah lebih lanjut menjelaskan, bahwa untuk urusan kebutuhan duniawi, kita tidak pantas lagi meminta kepadanya. Yang pantas untuk kita lakukan adalah mencari demi mencapai keridhaan-NYA. Dan lebih tidak pantas lagi jika kita meminta kepada selain-NYA. Adapun yang pantas untuk kita ajukan kepada-NYA hanyalah terhadap semua urusan yang berkaitan dengan kebutuhan akhirat.