Suwaji Muda merintis usaha jualan pakaian di Pasar Trangkil pertama kali tahun 1982, sedangkan saat itu Dateni Muda (istri pak Suwaji ) masih bekerja di sebuah perusahaan rokok terkemuka di wilayah kecamatan Trangkil, keduanya akhirnya berjodoh, kemudian menikah di tahun 1987. Tahun 1994, Ibu Dateni fokus berjualan pakaian di Pasar Trangkil.

Warga Desa Trangkil Rt 4/1 tersebut pertama kali mengenal BMT Fastabiq sekitar tahun 2003 lewat BMT Fastabiq cabang Trangkil yang memang melayani mayoritas pedagang di pasar Trangkil. Pelayanan yang ramah dan tulus dari insan BMT Fastabiqlah yg menjadikan Ibu Dateni menjadi anggota BMT Fastabiq. Seiring berjalanya waktu dan berkembangnya usaha pakaian beliau yg didampingi langsung oleh BMT Fastabiq menjadikan usaha pakaian yg selama ini ditekuni menjadi berkembang sangat baik. Menurut pengakuan beliau, berawal dari usaha yg semakim berkembang, dari usaha tersebutlah sampai dengan sekarang beliau berhasil memberikan pendidikan yang terbaik utuk kedua anaknya (anak pertama magang di sebuah perusahaan di jepang dan anak yang kedua merupakan lulusan sekolah kebidanan terkemuka di kota semarang).

Ibu dua anak yang ramah dan humoris ini mengakui bahwa untuk bertahan di bidang usaha pakaian harus selalu mengikuti model pakaian terkini.

Baca Juga:   Lowongan Kerja, Dibutuhkan Segera Funding Officer KSPPS Fastabiq

“Setiap minggu harus ganti model, karena permintaan dari pelanggan seperti itu, terutama dari pelanggan mindringan, kalau tidak ganti model ya pasti tidak laku”, ujar Bu Dateni.

Pelanggannya kini tersebar di tiga Kecamatan; Kecamatan Trangkil, Wedarijaksa dan Tlogowungu.

Ibu Dateni memaparkan bahwa permintaan/penjualan pakaian akan meningkat pada bulan puasa, di bulan ini mereka menambah dua orang karyawan untuk membantunya di los pasar trangkil. Sedangkan di hari – hari biasa ada seorang karyawan yang membantu.

Dari Usaha ini Pak Suwaji telah mampu membeli dua bidang tanah dan satu petak tanah. Namun menurutnya, kesuksesan yang tiada terkira adalah ketika melihat anak – anaknya sukses dan bisa menunaikan ibadah haji. Kedua anaknya telah menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Diakhir sesi pertemuan dengan team majalah Fastabiq beliau memberikan pesan sekaligus harapan kepada BMT Fastabiq, semoga keberadaan BMT Fastabiq semakin memberikan manfaat, khususnya untuk pendampingan para pedagang kecil di Pasar. Para anggota yang bergabung di BMT Fastabiq semoga usahanya semakin berkah dan keluarganya diberikan kesejahteraan.

“Tetap selalu amanah dan memberikan pelayanan yang tulus kepada para anggotanya”, pungkas bu dateni dan pak suwaji seraya tersenyum mengakhiri wawancaranya dengan tim Majalah Fastabiq.



Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.