Untuk mendapatkan motivasi agar lebih semangat memperjuangkan BMT guna memberdayakan ummat dan mengelola potensi ummat, tujuh puluh lima orang perwakilan Puskopsyah (Pusat Koperasi Syariah) Cirebon melaksanakan studi banding ke KSPPS BMT Fastabiq Khoiro Ummah Pati. (Senin, 16 Oktober 2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Direktur Utama KSPPS Fastabiq Khoiro Ummah Muhammad Ridwan, S.Pd, Direktur SDI Agus Jamaluddin, S.Ag, Direktur Bisnis Sunaji, SE, Direktur Operasional Sri Sutiyani, SE, Direktur RSU. Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati dr. Aldila s Al Arfah serta jajaran manajemen lainnya. Dari Puskopsyah Cirebon ada enam BMT yakni, BMT Al Fath, BMT Al Falah, BMT Khusnul Aulia, BMT Islamic Centre dan BMT Al Ishlah.

Dalam sambutannya, Muhammad Ridwan, S.Pd menyampaikan, dalam mengelola BMT haruslah diniatkan dakwah, bisnis akan mengikuti. “Orang yang yang sukses adalah orang yang mendapatkan rahmat Allah, belum tentu orang yang banyak uang itu sukses. Itulah definisi sukses, orang yang yang mendapatkan rahmat Allah adalah yang imannya kuat”.

“Mulai dari, pengurus, pengawas dan pengelola syaratnya komitmen iman”, lanjutnya. Iman itu syarat nomor satu agar dakwah bisa sukses. Syarat yang kedua adalah hijrah dan yang ketiga adalah jihad.

“Dengan modal iman, manusia dibimbing untuk menghadapi kehidupan nyata ini. Dalam kehidupan dibutuhkan tahapan hijrah, jihad, ghafur dan rohiem dari Sang Pencipta. Hijrah karena hidup ini adalah pilihan, antara hidup di jalan yang lurus yang mengantarkan kebahagiaan atau jalan sesat yang mengantarkan manusia kepada kesengsesaraan. Jihad atau berjuang, memang kehidupan ini tidak bisa bertahan bila tidak berjuang untuk hidup. Manusia tidak ada yang sempurna, pasti pernah melakukan kesalahan, maka untuk menyempurnakan hidup dibutuhkan ampunan dari Yang Maha Pengampu agar hidup manusi bersih dari dosa. Dan amal manusia sangat terbatas, maka Allah maha rohiem, penyayang kepada hamba yang beriman berupa Allah memberi balasan yang berlipan ganda kepada orang-orang beriman yang mengerjakan amal shaleh”, jelasnya.

Baca Juga:   Video Fastabiq Goes To Wisata Bahari Lamongan

Direktu utama KSPPS Fastabiq melanjutkan, “Jauh sebelum Rasulullah hijrah dari Makkah ke Madinah, Rasulullah sering melakukan tahannuts di Gua Hira. Rasulullah mencoba menorehkan keimanan dalam hati dan Allah menurunkan wahyu untuk membimbing iman yang kokoh. Iman yang dilandasi dengan pondasi keyakinan tauhid, mengesakan Allah dalam rububiyah maupun uluhiyah, hanya Allah lah yang mampu membuat kehidupan ini bahagia dunia dan akherat”.

Dalam tahannuts itu Rasulullah dengan kaca mata iman, mecoba melihat kondisi soaial masyarakat Makkah saat itu. Rasulullah mendapati beberapa penyimpangan keyakinan, peribadatan dan perilaku yang sudah jauh dari ajaran Nabi Ibrahim. Ka’bah sudah dipenuhi dengan berhala-berhala, mereka sudah memohon kepada selain Allah tentang segala hal kehidupan ini. Tata cara ibadah pun sudah jauh dari apa yang diajarkan Nabi Ibrahim. Dalam merenung di tempat yang sepi dan tenang itulah Rasulullah memohon petunjuk jalan yang benar dan berusaha menolong nasyarakat Makkah dari jalan sesat yang mencelakan.

Ada tiga hal terpatri dalam hati Rasulullah dalam tahannuts. Pertama, manusia harus mempunyai keyakinan yang akan visi hidup bahagian dan akherat, dan hanya Allah lah yang mampu memberi kabahagiaan. Kedua, Untuk meraih kebahagian manusia tidak mampu menjalani kehdidupan ini sendirian, maka berjamaah memegang persatuan lah yang mampu meraih kebahagian dari Sang Pencipta. dan ketiga, manusia harus mengihdarkan pertikaian, Perpecahan meruntuhkan kekuatan, pertikaian menguntungkan musuh Tuhan.



Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.