Ketua PP Muhammadiyah bidang Pustaka dan Informasi,Dadang Kahmad, Dakwah seratus tahun Muhammadiyah hanya diminati oleh kalangan menengah. Hal ini berangkat dari kekecewaan kita. Kita sulit menemukan orang kalangan atas dan bawah yang dapat terlibat aktif dalam dakwah Muhammadiyah. Kenapa demikian? Karena karakter dakwah kita hanya mampu menyajikan dakwah pada kalangan menengah. Grassroot tidak tertarik pada Muhammadiyah melainkan hanya tertarik pada santunan.

Disamping metode, kita juga harus menyiapkan materi yang sesuai bagi setiap kalangan dan komunitas. “Bilhikmah, bagaimana memformulasi ajaran Islam, sehingga cocok dengan suatu komunitas. Formulasi harus sangat spesifik, dan menyesuaikan kalangan-kalangan itu.” tegas Dadang.

Muhammadiyah mempertimbangkan multikulturalisme, kita dihadapi dengan realitas yang berbeda. Masyarakat miskin cenderung menyimpang karena alasan ekonomi. Muhammadiyah jarang berminat dan mendakwahi masyarakat marginal dan itulah yang digarap aliran-aliran menyimpang.

Baca Juga:   Faktor Pengotor Hati

Dakwah berbasis komunitas yang mampu diadaptasikan ke berbagai kalangan dapat menjadi pasukan yang mumpuni dengan bekal metode dan materi yang disesuaikan untuk semua kalanganDakwah virtual pun perlu lebih digalakan.

“Masyarakat kita itu speechles, karena hanya mau berbicara melalui media sosial. Banyak orang-orang masuk Islam lantaran membaca website, status sosial. Nanti saya melalui MPI akan mengembangkan aplikasi yang akan mencapai segmentasi smartphone.” (abey) Sumber: Muhammadiyah.or.id



Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.