PERLUKAH PINDAH TEMPAT KETIKA SHALAT SUNNAH DI MASJID

Hadis Umar bin Atha’ ibn Abi Al Khuwwar, bahwa Nafi’ ibn Jubair pernah mengutusnya untuk bertanya kepada As Sa’ib ibn Ukhti Namr, tentang sesuatu yang pernah dilihat Muawiyah ketika ia shalat

فَقَالَ: نَعَمْ. صَلّيْتُ مَعَهُ الْجُمُعَةَ فِي الْمَقْصُورَةِ. فَلمّا سَلّمَ الاْمَامُ قُمْتُ فِي مَقَامِي. فَصَلّيْتُ. فَلَمّا دَخَلَ أَرْسَلَ إِلَيّ فَقَالَ: لاَ تَعُدْ لِمَا فَعَلْتَ. إِذَا صَلّيْتَ الْجُمُعَةَ فَلاَ تَصِلْهَا بِصَلاَةٍ حَتّىَ تَكَلّمَ أَوْ تَخْرُجَ. فَإِنّ رَسُولَ اللّهِ صلى الله عليه وسلم أَمَرَنَا بِذَلِكَ. أَنْ لاَ تُوصَلَ صَلاَةٌ بِصَلاَةٍ حَتّىَ نَتَكَلّمَ أَوْ نَخْرُجَ

Iya. Aku pernah shalat Jumat bersamanya di Al Maqshurah (sebuah benteng yang besar). Ketika imam salam aku pun berdiri dari tempatku, lalu shalat. Maka ketika aku masuk dan menemuinya, Muawiyah berkata, “Jangan kau ulangi lagi perbuatanmu. Bila engkau shalat Jumat janganlah shalat sunnah hingga engkau berbicara atau telah keluar (dari masjid). Karena sesungguhnya Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam memerintahkan kami hal tersebut, yaitu agar tidak menyambung shalat (fardhu) dengan shalat (sunnah) hingga berbicara atau keluar“.

HADIS 2

أيعجز أحدكم إذا صلى أن يتقدم أو يتأخر أو عن يمينه أو عن شماله

Baca Juga:   Inspiratif, Mahasiswa Semester II ini Kembangkan Jiwa Enterpreneur

Tidak mampukah salah seorang diantara kalian apabila hendak shalat sunnah, berpindah ke depan, belakang, kanan, atau kirinya

(HR Ahmad, Abu Dawud, Ibn Majah)

HADIS 3

لا يصلي الإمام في مقامه الذي صلى فيه المكتوبة حتى يتنحى عنه

Janganlah seorang imam shalat di tempat ia shalat wajib hingga ia berpindah tempat

(HR Ibn Majah dan Abu Dawud)

 

ANJURAN PAKAI PENUTUP KEPALA BAGI PRIA

وقد سبق في أثر ابن عمر أنه قال لمولاه نافع: «أتخرجُ إلى النَّاس حاسرَ الرَّأس؟ قال: لا، قال: فالله أحقُّ أن يُستحى منه» وهو يدلُّ على أن الأفضل ستر الرأس

“Telah kami sampaikan sebuah atsar dari Ibnu Umar, beliau berkata kepada maula-nya, Nafi’:‘Apakah engkau keluar menemui orang-orang dengan tanpa penutup kepala? Nafiberkata: Tidak. Ibnu Umar berkata: Sungguh malu kepada Allah adalah lebih layak daripada kepada yang lain‘. Hal ini menunjukkan bahwa menutup kepada itu lebih afdhal” (Ibn Abdil Bar)

HADIS 2

أنه كان يُصلِّي في العِمامة

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya shalat dengan memakai imamah

(HR. Bukhari 205, Muslim 1359)

KESIMPULAN

العمامة من التحسنية فِي العبادة

Tutup kepala bagian dari Tahsiniyat dalam ibadah

 

 



Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.