Guna membantu pendidikan dan meningkatkan ekonomi keluarga anak yatim, BMT Fastabiq meluncurkan dua program yakni bea siswa dan pemberdayaan keluarga anak yatim.

Kedua program tersebut diluncurkan saat penyerahan santunan dan berbuka bersama anak yatim di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat petang (24/5/2019).

Direktur Utama BMT Fastabiq Muhammad Ridwan mengatakan, pihaknya akan memberikan rogram bea siswa itu kepada siswa SMP yang hafal juz 30 serta beringinan untuk melanjutkan ke SLTA.

“Setelah itu mereka bisa melanjutkan sekolah (kuliah) atau mencari pekerjaan fastabiq siap mencarikan. Tapi seperti yang disampaikan Sekda Pati misalnya mau kuliah bisa lanjut ke UNDIP atau universitas lainnya, tapi setelah hafal juz 30 harus hafal quran sehingga anak bersangkutan bisa mendapat bea siswa untuk perguruan tingginya. Saya kira perguruan tinggi besar-besar memberikan bea siswa ini,” katanya.

Baca Juga:   DAFTAR PESERTA TES POTENSI AKADEMIK

Muhammad Ridwan menambahkan, selain bea siswa pihaknya juga memberikan program pemberdayaan ekonomi kepada keluarga anak yatim, yang sebelumnya bedah 28 kios untuk memberikan pekerjaan orang miskin dengan berjualan dengan memberikan pinjaman lunak Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.

“Tahun ini kita lebih fokus lagi, pemberdayaan untuk orang tua anak yatim, tentu bagi perempuan yang ditinggal suaminya kita memberi solusi seorang ibu yang mau membuka loundry kita bantu supaya bisa mandiri secara ekonomi. Anaknya ada bea siswa, ibunya secara ekonomi bisa mandiri,” terangnya.

Direktur Utama BMT Fastabiq berharap, dua program yang diluncurkan tersebut dapat berkontribusi pada Pemkab dalam menanggulangi kemiskinan dengan lebih fokus pada anak yatim dan keluarganya.