banyak dari kita yang berkata bahwa waktu berjalan begitu cepat, apakah kita sudah menjalaninya dengan baik ?

Dalam Islam waktu merupakan hal yang sangat berharga.

Alloh memerintahkan kita untuk memelihara dan mengatur waktu, serta melarang kita menyia-nyiakan waktu. Sehingga setiap muslim harus memperhatikan waktu yang ada padanya, menjaga, mengolah dan memanfaatkannya dengan baik, serta selalu bersikap hati-hati agar waktu tersebut tidak hilang begitu saja, tanpa memberikan manfaat yang berarti.

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS.al-Ashr:1-3)

Hakikatnya manusia diciptakan kedunia adalah untuk beribadah kepada Alloh dan menjadi khalifah khalifah (pengganti) Alloh di muka bumi. Maka selayaknya kita memanfaatkan waktu dengan kemampuan terbaik kita dalam beribadah kepada-Nya. Menjadikan setiap detik, menit dan jam waktu dari kita untuk menuntut ilmu, mengerjakan amal saleh, atau melakukan sesuatu  yang bermanfaat untuk orang lain.

Berlomba-lomba dalam amal kebajikan, memanfaatkan waktu untuk mengumpulkan bekal yang akan dibawa ke kehidupan akherat kelak. Dan tanpa mengabaikan untuk tetap mencari bahagia di dunia namun dengan tanpa berlebihan dan melampaui batas.

Islam pun sangat menganjurkan kita mengerjakan sesuatu di awal waktunya, terutama sekali dalam sholat. Sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, dia bertanya kepada Rosululloh Saw, tentang amal perbuatan yang paling utama ?

Abdullah bin Mas’ud berkata,’ Aku bertanya, wahai Rosululloh amal perbuatan apa yang paling utama ? Beliau menjawab,’Sholat yang dikerjakan pada (awal) waktunya,’ aku bertanya lagi, ‘ kemudian apa lagi ?’  Beliau menjawab, ‘ Berbakti kepada kedua orangtua, ‘ kemudian apa lagi, ‘ Beliau menjawab, ‘ Berjuang di jalan Alloh.” (HR. Muslim)

Hadits itu menjelaskan bahwa amal perbuatan yang paling utama di letakkan pada tingkatan pertama dari amal amal perbuatan lainnya adalah sholat, akan tetapi meskipun dijelaskan di tingkat ke tiga di dalam hadits di atas berjuang di jalan Alloh juga merupakan hal utama bagi umat Islam.

Baca Juga:   Fastabiq Sinergi, BMT Fastabiq Cabang Puri

Satu hal yang perlu di waspadai seorang muslim adalah ketika dia mulai sering mengakhirkan pekerjaan yang sebenarnya dia mampu menyelesaikannya dengan segera. Itu adalah tanda dia mulai terjangkit penyakit malas. Tanda lainnya adalah tidak mau mencoba dan berusaha untuk mengetahui kemampuan yang ada padanya, sehingga dirinya menjadi malas dan hanya menunggu, tidak ada kreativitas ataupun semangat untuk maju. Oleh karena itu Rosululloh Saw mengingatkan kita agar selalu waspada terhadap penyakit tersebut, seperti yang terlihat dalam untaian do’a beliau :

Allohumma innii a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali….

“ Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari perasaan lemah dan malas…..”

Seorang muslim yang bijak, akan memiliki tekad kuat untuk selalu bersibuk diri dengan amal baik yang akan memuliakan kehidupannya di dunia maupun akherat kelak. Waktu luang yang ada akan dimanfaatkan untuk kebaikan, karena kebaikanlah yang akan mendidik seseorang menjadi mulia di sisi Alloh.

Peliharalah 5 perkara sebelum datangnya 5 perkara lainnya : yaitu waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, kesehatanmu sebelum datang waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan waktu hidupmu sebelum datang kematianmu  .( HR. Hakim) 



Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.